Untuk anda dan anak anda tercinta...





ANATOMI BAYI SAAT BARU LAHIR


Setelah 9 bulan berada di dalam rahim ibu maka janin yang dikandung akan lahir ke dunia. Anatomi yang dimiliki bayi baru lahir berbeda. Seperti apa anatomi bayi saat baru lahir? Anatomi bayi baru lahir memiliki berbagai ciri khas yang membantunya untuk tumbuh dan berkembang di luar rahim. Seorang bayi tumbuh lebih cepat di tahun pertama setelah ia lahir dibandingkan waktu lain selama hidupnya. Berikut ini anatomi dari bayi yang baru lahir seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Tubuh Manusia, karangan Steve Parker.

 

1. Mata sembab.

Kelopak mata bayi yang baru lahir seringkali sembap. Beberapa bayi matanya tampak berwarna merah muda sesaat setelah dilahirkan yang disebabkan oleh sumbatan saluran air mata atau infeksi bakteri jalan lahir.

 

2. Verniks.

Zat putih berlemak di seluruh tubuh bayi mencegah kulit mengerut akibat paparan cairan amnion selama berada di uterus (rahim). Verniks ini bisa dibilas atau dihapus setelah lahir.

 

3. Tali pusat.

Tali pusat lokal yang merupakan penghubung antara janin dan plasenta ibu memiliki 2 arteri dan sebuah vena dengan selaput yang mirip seperti agar-agar. Tali pusat ini akan dijepit dan dipotong segera setelah bayi lahir.

 

4. Fontanela.

Fontela adalah sendi jaringan ikat yang lentur antara tulang-tulang tengkorak. Fontela ini memungkinkan adanya perubahan bentuk tengkorak, serta membantu perjalanan bayi melewati saluran lahir.

 

5. Kelenjar timus.

Merupakan bagian dari sistem imun (kekebalan tubuh) yang memiliki ukuran besar saat lahir karena sistem imun sedang berkembang pesat.

 

6. Hati.

Ukuran hati bayi relatif besar saat lahir karena merupakan organ utama penghasil darah pada janin.

 

7. Pelvis.

Bagian tubuh ini terutama terbuat dari tulang rawan saat lahir. Pelvis akan mengeras untuk membentuk jaringan tulang (osifikasi) saat usia kanak-kanak.

  

8. Rahang bawah.

Mengandung gigi primer (susu) yang sudah terbentuk sempurna dalam tulang rahang. Pada sebagian besar kasus, gigi belum mulai tumbuh keluar sampai bayi berusia 6 bulan ke atas.

 

9. Jantung.

Perubahan struktur jantung saat lahir memungkinkan darah untuk bersirkulasi melalui paru-paru dan bukan melalui plasenta.

 

10. Paru-paru.

Saat napas pertama kali, paru-paru bayi akan terisi oleh udara, mengembang dan pernapasan (respirasi) yang teratur dimulai.

 

11. Usus.

Usus akan bekerja mengeluarkan zat tinja pertama berupa campuran empedu dan lendir, kental, lengket, berwarna hitam kehijauan dan disebut dengan mekonium.

 

12. Femur.

Femur merupakan tulang panjang paha, hanya berupa batang tulang yang telah mengeras menjadi tulang saat lahir. Ujung-ujungnya berupa tulang rawan yang masih bisa tumbuh.

 

13. Genital.

Berukuran besar di kedua jenis kelamin. Pada genital anak perempuan mungkin mengeluarkan sedikit cairan vagina.

 

14. Kaki.

Saat lahir sebagian besar tulang kaki berupa tulang rawan, dan kaki bisa ditekuk ke dalam atau keluar tergantung dari posisi bayi dalam uterus (rahim).


(ver/ir)




6 CARA MEMPERBAIKI MASALAH DI TUBUH USAI MELAHIRKAN

Setelah melahirkan, terjadi banyak perubahan pada tubuh perempuan. Masalah berat badan mungkin bisa ditangani dengan cepat dan mudah, tetapi masalah lainnya? Berikut adalah keenam masalah yang terdapat pada tubuh perempuan setelah melahirkan dan bagaimana cara mengatasuinya.




1. Luka Bekas Operasi Caesar

Meskipun sebagian bekas luka memudar dalam satu atau dua tahun, bekasnya tidak pernah benar-benar hilang. "Kunci untuk membuat bekas luka kurang terlihat adalah dengan cara menanganinya sedari awal," kata Debra Jaliman, MD, instruktur dermatologi klinis di Mount Sinai School of Medicine, di New York City. Penelitian menunjukkan, bahan aktif dalam gel oles mederma yang terdiri dari ekstrak bawang merah, membantu menyusun kembali kolagen pada kulit dan menghaluskan bekas luka. Gel ini aman digunakan saat sedang menyusui atau hamil dan paling efektif digunakan untuk bekas luka yang terjadi di bawah satu tahun, tetapi dapat meminimalkan bekas luka yang sudah ada selama delapan tahun.

Prosedur lain yang dilakukan di kantor doktor seperti perawatan laser dan suntikan steroid biasanya memberikan hasil yang lebih baik, lebih cepat, tetapi lebih mahal. Pelembab dapat membantu kulit terlihat lebih muda, dan pemijatan dapat melunakkan bekas luka baru. Namun, jangan menggunakan produk Vitamin E. "Vitamin E tidak dapat mengubah kolagen kulit, juga tidak ada bukti bahwa vitamin yang dioleskan memiliki dampak apapun," kata Stephen Metzinger, MD, ahli bedah plastik di Rumah Sakit Anak, di New Orleans .


2. Payudara kendur

Selama kehamilan dan menyusui, hormon menyebabkan jaringan payudara semakin luas, dan kulit di sekitarnya melebar untuk mengakomodasi perubahan ini. Setelah itu, jaringan akan menyusut, tetapi kulit tidak lagi elastis. "Meskipun bisa dikembalikan kekencangannya lewat operasi plastik, sebenarnya tidak harus menggunakan pisau bedah hanya untuk membuatnya sedikit kencang," kata Aron Kressel, MD, kepala bedah plastik di Rumah Sakit Metropolitan, di New York City.

"Berolahraga tidak akan meningkatkan ukuran bra, karena jaringan payudara adalah lemak, bukan otot. Tapi olahraga dapat mengubah otot-otot dada di sekitar payudara, membuatnya terangkat, dan membuat penampilan lebih segar," kata Courtney Barroll, pelatih pribadi di Klub Equinox Fitness, di New York City. Beberapa latihan yang dapat dilakukan antara lain: push-up, mengangkat dada lalu berbaring telentang, pull-overs, dan penekanan pada dada. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum melakukan olahraga setelah melahirkan. Jangan gunakan krim pengencang payudara, sebab tidak ada bukti krim tersebut dapat mengencangkan kulit atau mengembalikan elastisitasnya.


3. Melasma

Lebih dari 70% dari ibu hamil akan memiliki melasma atau 'topeng kehamilan', yaitu bercak gelap pada dahi, pipi, dan bibir atas yang sering memudar setelah melahirkan tetapi tidak hilang sepenuhnya. Bercak-bercak ini timbul akibat fluktuasi hormon ketika kehamilan. Krim pemutih yang diresepkan dokter seperti steroid dan tretinoin, baik digunakan sendiri atau dalam kombinasi. Banyak pasien mengalami perbaikan dalam beberapa minggu. Namun krim ini dapat menyebabkan kemerahan sementara, kulit mengelupas dan kulit kering. Krim ini tidak boleh digunakan ketika sedang menyusui atau hamil.

Prosedur yang disebut glikolat bisa dilakukan di kantor dokter untuk membantu menghapus lapisan atas kulit. Produk kecantikan tanpa resep dokter yang mengandung hydroquinone 2 persen atau ekstrak licorice juga dapat mengurangi perubahan warna. Jangan lupa menggunakan tabir surya untuk mempertahankan hasilnya. Cara paling cepat adalah dengan menutupi noda menggunakan riasan atau make up.


4. Perut Menggemuk

Meskipun si jabang bayi sudah dilahirkan dengan selamat, tonjolan di sekitar perut tidak bergeming. Itu karena sebagian besar kulit dan otot masih melebar. Gerakan yang menargetkan otot yang membungkus sekitar perut, seperti sit-up, akan dapat membantu mengencangkan otot di sekitar perut. Cara lain, cobalah posisi push-up, seimbangkan berat badan pada lengan. Tempatkan handuk di bawah kaki, dan saat menarik perut, geser lutut ke arah dada. Lakukan dua set 5-8 pengulangan, tiga kali seminggu. Lakukan sampai dengan tiga set.


5. Bekas Peregangan Kulit

"Bekas peregangan kulit di perut, pinggul, payudara atau bokong biasanya memerah dan kemudian menipis dalam waktu setahun. Banyak tidaknya bekas tersebut tergantung pada genetika dan seberapa cepat kenaikan berat badan. Semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinannya menghilang," kata David J Goldberg, MD, direktur penelitian laser di departemen dermatologi di Mount Sinai School of Medicine, di New York City.

Krim Retin-A dapat membantu menghilangkan bekas peregangan kulit ini. Retin-A membangun kolagen, mengencangkan kolagen yang rusak ketika kulit tertarik. Efek sampingnya adalah kulit kemerahan sementara, kulit terkelupas, dan kering. Mikrodermabrasi, suatu prosedur dimana kristal kecil digunakan menghapus lapisan atas kulit dan merangsang produksi kolagen, dapat mengobati bekas peregangan yang lebih lama. Selain itu, FDA baru-baru menyetujui pengobatan laser untuk menambah pigmen sel kulit yang lebih tua, sehingga menyebabkan bekas peregangan kulit yang sudah lama dapat berbaur dengan kulit di sekitarnya.


6. Pembuluh Darah Melebar

Sebanyak 40% wanita hamil mengalami pelebaran pembuluh darah di dekat permukaan kulitnya atau varises, yang paling sering adalah di bagian betis dan paha. "Faktor keturunan, hormon dan tekanan pada vena ketika kehamilan lah yang menyebabkan. Varises dapat membaik setelah melahirkan, tetapi tidak akan hilang sepenuhnya," kata Dr Masterson.

Prosedur yang diebut sclerotherapy dapat membantu, prosedurnya berupa menyuntik pembuluh darah vena yang terkena dengan larutan yang menyebabkan pembuluh menutup, kemudian memudar atau menghilang dalam waktu sekitar dua minggu. Biasanya, diperlukan lebih dari satu sesi, dan disarankan untuk menunggu setidaknya enam bulan setelah melahirkan. Efek samping sementara antara lain berupa rasa menyengat di tempat suntikan, kram otot, dan kemerahan atau bintik-bintik coklat.

PAH/dh


EMAS - PROGRAM USAID & DEPKES

 Duta Besar AS untuk lndonesia Scot Marciel bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf, dan Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan secara resmi meluncurkan program Expanding Matemal and Neonatal Survival (EMAS) Badan Pembangunan Intemasional AS (USAID) di Jawa Barat. Program USAID EMAS bertujuan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi di Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan akses ke layanan darurat. "Program EMAS akan membantu memastikan staf di fasilitas kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, prosedur dan praktek yang mereka butuhkan untuk menanggapi secara benar komplikasi medis dan menyelamatkan nyawa," kata Duta Besar AS Scot Marciel.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf menjelaskan, "Di Jawa Barat, USAID EMAS akan bekerja di Bandung dan Kabupaten Cirebon pada tahun pertama. Selama lima tahun ke depan, program ini akan diperluas secara bertahap ke kabupaten Karawang, Bogor, dan Indramayu. Jawa Barat memiliki tingkat kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia. Ada 794 kasus kematian ibu dan 4.987 kasus kematian bayi dilaporkan pada tahun 2010 (Jawa Barat data Profil Kesehatan 2010).

Program lima tahun ini mernberikan bantuan teknis untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi dengan membentuk sistem rujukan yang efektif dL25 rumah sakit umum dan swasta, dan 159 pusat kesehatan di Jawa Barat. Kantor-kantor kesehatan kabupaten, rumah sakit daerah, rumah sakit swasta dan pusat kesehatan, yang merupakan bagian dari Jaringan Vanguard, akan membantu mernperkuat sistem rujukan.

Dalam kemitraan dengan Departemen Kesehatan Indonesia, program EMAS akan bekerja di provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Program USAID EMAS dilaksanakan oleh JHPIEGO, Save the Children, dan Research Triangle, Inc (RTI), Muhammadiyah, dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, dinas kesehatan kabupaten, organisasi medis profesional, akademisi , dan organisasi masyarakat.

Program EMAS hanyalah salah satu dari inisiatif kesehatan Kedutaan Besar AS di Indonesia, yang menunjukkan luasnya keikutsertaan dibawah Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia.